Ulama Persis Prof KH Maman Abdurahman Wafat di Bandung, Tinggalkan Jejak Pendidikan dan Dakwah

By Admin


Prof. Dr. K.H. Maman Abdurahman, M.A.
nusakini.com, Bandung, Minggu, 21 Juni 2026 — Tokoh ulama nasional Prof. Dr. K.H. Maman Abdurahman, M.A., meninggal dunia di Bandung pada Minggu (21/6/2026). Sebelum wafat, Ketua Majelis Penasihat Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung.

Kabar duka itu mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Kementerian Agama. Direktur Jaminan Produk Halal, M. Fuad Nasar, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ulama yang selama ini dikenal aktif dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengembangan pemikiran Islam.

Menurut Fuad, almarhum merupakan sosok yang konsisten mengajarkan nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan serta kiprah intelektualnya. Ia juga mengutip pandangan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menilai KH Maman sebagai figur yang terbuka dalam berkomunikasi dan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kelompok.

Semasa hidupnya, KH Maman pernah memegang sejumlah amanah penting, di antaranya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Pengkajian dan Penelitian. Ia juga pernah menjabat Ketua Umum PP Persatuan Islam periode 2010–2015.

Lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 7 Agustus 1948, KH Maman menempuh pendidikan keagamaan sejak usia muda. Perjalanan akademiknya berlanjut hingga meraih gelar doktor di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998.

Selain aktif di organisasi keagamaan, ia mengabdikan diri sebagai pengajar di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Islam Bandung (Unisba), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam berbagai kesempatan, KH Maman dikenal mendorong penguatan ibadah sosial di tengah masyarakat serta pentingnya kejujuran dalam penyelenggaraan produk halal. Pemikiran tersebut turut dituangkan dalam sejumlah karya ilmiah dan buku yang diterbitkan selama karier akademiknya.

Kementerian Agama berharap ilmu dan keteladanan yang ditinggalkan almarhum dapat terus memberi manfaat bagi umat dan dunia pendidikan Islam di Indonesia. (*)